<HTML>
<HEAD>
<TITLE>
MUHAMMAD EKO PRASETYO
</TITLE>
</HEAD>
<P><b><u>
Nama : M Eko Prasetyo<BR>
NIM : 5113412073<BR>
Prodi : S1 Teknik Sipil<BR>
TUGAS : T I K
</u></b><P>
<div style="text-align:center;"><img align="center" src="aku.JPG"width="200"height"100" /></div>
<BODY BGCOLOR="gray" TEXT="White"><font face="hooteroll">
<H1 align="center"><U>MUHAMMAD EKO PRASETYO</U></H1>
My profile
<B>
<P> Nama : Muhammad Eko Prasetyo
<B>
<p> Email : ekointel@gmail.com
<B>
<p> Blog : http://ekoprasetyoperation.blogspot.com
<B>
</BODY>
<div style="text-align:justify;"><img align="left" src="22052013(002).JPG"width="300"height"150" /></div>
<BODY BGCOLOR="gray" TEXT="white">
<H1 align="left"><i>KEGIATAN DI SABTU MINGGU</i></H1>
<p>Sebenarnya siih, Sabtu Minggu saya pulang. Tapi di rumah saya tidak ingat kalau dapat tugas TIK, dan lupa untuk mengambil gambar kegiatan di rumah. Yaa udah saya ambil foto saya saja waktu wifian di gazebo E2 Rabu kemarin... xixixi.<p>
<br>
<p> Hotspot adalah layanan internet tanpa kabel yang menggunakan teknologi Wi-Fi. Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah istilah populer untuk jaringan tanpa kabel dengan frekuensi tinggi. Teknologi Wi-Fi 802,11b menggunakan frekuensi 2,4 GHz yang mempunyai kecepatan hingga 11 MBps. Bicara soal kecepatan Wi-Fi, kalau menurut saya Wi-fi di gazebo E2 tidak terlalu cepat. Standar lah, kadang koneksi malah terputus dengan sendirinya. Hari sebelumnya saya malah wi-fi_an di Rektorat gedung H UNNES,,. Disitu, walaupun sinyalnya sedikit, tapi koneksinya sangat cepat dan kencang. Iyaa siiih, kalau di rektorat terbatas untuk tempat duduk dan sumber listrik, dibandingkan di gazebo E2. Tapi saya lebih suka wi-fi_an di rektorat daripada di Gazebo E2...... xixixixiii</p>
<p><i>gamsahamnida</i></p>
<marquee bgcolor="gray" direction="left" height="200px" scrollamount="5" width="100%">
<img src="angpau.gif"height="200px"Width="150px"><img src="Naruto-Animasi.gif"height="200px"Width="150px"><img src="metamorfosis.gif"height="200px"Width="150px"><img src="CutiePiggy.gif"height="200px"Width="150px">
</marquee>
<br>
</HTML>
Rabu, 03 Juli 2013
Selasa, 11 Juni 2013
Pembangunan Berwawasan lingkungan
Pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana merupakan tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup.
1) Pengertian Dampak Terhadap Lingkungan
Suatu kegiatan proyek akan mempengaruhi kondisi lingkungan dan akan
menimbulkan dampak terhadap lingkungannya, dampak yang ditimbulkan oleh
kegiatan proyek ini dapat terjadi pada masa konstruksi maupun masa
operasi proyek dan dapat berupa dampak positif maupun negatif bagi
lingkungannya.
2) Komponen-Komponen Lingkungan
Diantara komponen-komponen lingkungan yang penting, adalah
a) Biologi, mencakup sub-komponen:
o Jenis flora fauna darat (vegetasi dan satwa)
o Jenis flora fauna perairan (plankton & bentos)
b) Geofisik, mencakup sub-komponen:
o lklim
o Fisiografi
o Hidrologi
c) Kimia, mencakup sub-komponen:
o Kualitas udara
o Kualitas air
d) Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, dijabarkan:
o Demografi industri dan kependudukan
o Sosial ekonomi
o Sosial budaya
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
Upaya Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL) merupakan uraian kegiatan pengelolaan dan
pemantauan yang bersifat operasional. Pengelolaan dan pemantauan yang
dilakukan adalah pada dampak yang dapat timbuI, berupa:
a. Penurunan kualltas udara
b. Penurunan kebersihan Iingkungan
c. Terbukanya kesempatan kerja dan berusaha.
1) Dampak Sosial
Perubahan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Kehidupan
Pelaksanan proyek yang akan menghasilkan suatu product akan membawa
perubahan tingkat pengetahuan dan keterampilan baru bagi para karyawan
dan masyarakat di sekitarnya, khususnya yang akan terlibat langsung
dalam kegiatan konstruksi dan produksi.
Perubahan tingkat pengetahuan bagi para pegawai dapat terjadi secara
langsung maupun tak langsung. Secara langsung perubahan tersebut terjadi
bagi para pegawai yang mendapatkan training yang diselenggarakan oleh
perusahaan. Secara tidak langsung dapat diperoleh para tenaga kerja
yaitu berupa pengalaman-pengalaman selama mereka bekerja di perusahaan.
Alat Penunjang Program Pemerintah
Pengoperasian proyek berupa pengembangan usaha akan dapat menunjang program pemerintah dalam beberapa hal, yaitu:
> Meningkatkan nilai tambah dan daya saing atas produksi dalam negeri.
> Mengaktifkan kehidupan ekonomi dengan adanya kaitan terhadap sektor lainnya.
> Berpartisipasi dalam memulihkan pertumbuhan ekonomi nasional
2) Dampak Ekonomi
o Pengembangan usaha akan member
ikan dampak positif terhadap struktur
perekonomian pada umumnya dan pekerja usaha ini pada khususnya.
o Meningkatkan penghasilan para Pekerja
Kegiatan proyek yang akan dilakukan tentunya dapat meningkatkan
penghasilan masyarakat disekitarnya, hal ini bisa dilihat dari
pendapatan rata-rata masyarakat setempat sebelum mereka bekerja di
perusahaan dibandingkan dengan pendapatan setelah bekerja pada proyek.
o Meningkatkan pendapatan negara melalui Pajak
Dengan beroperasinya proyek yang dijalankan akan menambah penerimaan negara dari sektor pajak, antara lain:
Pajak Perusahaan (PPh Badan)
Pajak penghasilan karyawan (PPh Pasal 21)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Sumber : Laporan Studi Kelayakan Project Pengembangan Usaha PT.X 2005
Rabu, 10 April 2013
Jalan Menuju Kampus UNNES
Akibatnya, antrean panjang kendaraan tak terhindarkan, terutama pada jam-jam sibuk mahasiswa masuk kuliah dan saat masyarakat sekitar masuk kerja. Apalagi cuaca sekarang ini, yang kerap kali hujan mengguyur Semarang atas yang menjadikan kondisi jalan semakin parah dan itu menjadikan semakin lengkapnya serentetan penderitaan pengguna jalan. Dan fasilitas penerangan jalan juga minim sehingga membahayakan pengguna kendaraan yang melintas di malam hari. Kerusakan jalan menuju UNNES ini, juga diakibatkan struktur tanah yang bergerak.
Keadaan tanah suatu daerah sangat mendukung konstruksi bangunan yang berada di atasnya. Menurut saya jalan Trangkil ini tersusun atas material lepas (aluvium), seperti satuan batu lempung, satuan batu pasir, satuan breksi maupun satuan endapan gunung api. Sehingga tingkat pelapukan pada tiap satuan batuan itu sangat tinggi dan mengakibatkan ketebalan tanah yang sangat tebal tetapi memiliki sifat kurang stabil. Data dari peta lereng Kota Semarang menunjukan daerah ini merupakan kawasan dengan kemiringan rata-rata 10 - 70% dan masuk dalam kriteria miring yang sangat curam. Sedangkan dari peta zona kerentanan gerakan tanah Kota Semarang, daerah ini masuk ke dalam zona kerentanan terhadap gerakan tanah sedang. Kawasan ini juga kerap dilewati kendaraan roda dua, roda empat, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi karena memang daerah ini dekat dengan lingkungan kampus. Beberapa faktor tadi dapat dikatakan cukup berperan dalam mendukung terjadinya kerusakan yang kerap terjadi di jalan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)






